Kamis, 30 September 2021

APAKAH ADA ROMANCE SCAMMER DI LINKEDIN ?

 

Hello Yayan…!

Sebuah pesan masuk ke dalam inbox saya di LinkedIn, sebuah platform sosial media yang dirancang khusus untuk menghubungkan para profesional karier dan bisnis. Dengan santun pria bule itu meminta izin untuk terhubung dengan saya. Sudah barang tentu permintaan itu membuat saya kaget. “Kok, bisa ya?”

Ya, karena saya sedang tidak mencari pekerjaan atau mencari pegawai. Saya bergabung dengan LinkedIn karena suka membaca artikel-artikel atau kiat-kiat atau terkadang berita-berita terbaru yang di-share para profesional yang saya ikuti di LinkedIn. Cuma itu! Selebihnya tidak ada.

Tapi, tanpa pikir panjang saya pun menyetujui permintaan pertemanan itu. Klik! Tak berselang lama ia mengirim pesan,”Hello Yayan…!”  Terus terang saya agak kaget. ”Wow! Siapakah dia gerangan?” Maklum, sebagai seorang single parent agak degdegan juga. Hahaha…   

Saya tentu berusaha menjawab dengan sopan dan hati-hati, laiknya kebanyakan profesional yang bergabung di LinkedIn. Meski sedang tidak mencari pekerjaan, toh pikir saya kebanyakan di aplikasi ini adalah para profesional di bidangnya. Jadi saya pun tetap ’jaim’ alias menjaga baik image saya sebagai seorang profesional.

Selanjutnya, kami berdua saling bertukar pesan. Yah, tidak selamanya berjalan mulus dan cepat karena saya tidak selalu aktif membuka LinkedIn. Well…! Sampai akhirnya si Mr. X ini kemudian meminta nomor Whatsapp saya.  Lagi-lagi, entah karena merasa wah atau bangga, atau bisa jadi saking noraknya, permintaan itu saya turuti.

Dan, sejurus kemudian si Mister X ini mengirimkan pesan ke saya disertai foto profilnya di Linkedin, sembari say hello. Dari di kolom chat di LinkedIn obrolan berpindah ke kolom chat di Whatsapp. Sepertihalnya minum obat, setidaknya, sehari sekali ia mengirim pesan pada saya. Panjang seperti menulis surat.

Menyenangkan membaca pesan-pesannya, You have been very friendly and very respectful to me ever since we became friends and I so much I appreciate that. The only thing that gets me through the day is the thought of making our friendship to last longer”. 

Dan, perlahan tapi pasti, seperti yang sudah kuduga, rayuan gombal itu pun berdatangan,“You are a good woman with a good heart. You are such a kind hearted woman that ever since you came into my life, I have been smiling all day and all night.” Wow! All day and all night? Meleleh gak sih? Hahaha

Tapi, akal dan hati saya bicara. Apa iya? Kenal aja belum. Walaupun kadang, sebagai seorang yang single, saya terbawa perasaan juga. Berbekal mesin penerjemah Google saya berupaya membalas semampunya. Maklumlah, kemampuan bahasa Inggris saya pas-pasan, kalau bisa dibilang ala kadarnya.

Kami pun berbalas pesan di Whatsapp seperti orang minum obat: 1 kali sehari, 1 pesan. Meski cuma sebiji tapi isinya seperti surat berlembar-lembar khas orang kasmaran jaman belum ada smartphone atau email. Isinya, gak jauh-jauh membahas perasaannya pada saya. Aku padamu… Haha

Meski kedengarannya aneh, seperti burung dicokok hidungnya, saya pun manut saja membalas pesan-pesannya via WA. Bahkan, saya sempat melakukan konsultasi dengan beberapa teman saya yang pernah berhubungan dengan pria bule. Salah satunya bahkan akan menikah tahun depan di Belanda.

Boleh jadi karena usia dan terbiasa memikirkan urusan rumah tangga seorang diri, saya pun tetap memilih memakai otak ketimbang hati. Rasa curiga terus saya pupuk sembari mencaritahu mengenai penipuan berkedok asmara. Dan, viola!, akhirnya ketemu dengan banyak artikel tentang Romance Scammer.

Sembari dipantau teman-teman saya tadi, bak detektif, sambil membalas pesan-pesan Mr.X ini, saya mulai merunut ke arah manakah kira-kira obrolan ini akan bermuara? Tanpa disengaja, saya menemukan kesamaan foto yang di kirim via Whatsapp olehnya di salah satu applikasi tetapi dengan nama yang lain.

 

Apalagi, belum-belum Mr. X sudah mulai ngegas bahwa dia akan investasi di Indonesia di bidang properti.  Di awal-awal perkenalan dia sekali pernah menyebut nama Indonesia, selebihnya dia bilang,”in your country.” Saya pun mulai terbuka hati dan pikiran.

”Hmm…Tahu gak sih dia kalau saya ini tinggal di mana? Tahukah gak sih Indonesia itu di mana?” kata saya dalam hati. Lalu saya pun ganti membalas semua pesannya dengan gombalan yang ternyata membuat dia makin ngegas ibarat sebuah mobil yang naik di tanjakan terjal.

Akhirnya, tanpa berlama-lama, saya putuskan untuk menyudahi obrolan ngalor ngidul tanpa arah yang pasti ini. ”Sorry, I can't help. My capacity doesn't end there,” kata saya kepadanya. “By the way, you can search the internet about property investment in Indonesia. Like I can find your photo here. https://cava.fr/Julieen?lang=Russian.”

Sebagai penutup pesan saya sampaikan, “So.... what should I call you? Mr. Dylan or Mr. Julieen?”  Ibarat main catur, skak! Walaupun saya lihat di status pesan centang berwarna biru alias dibaca, tapi tak pernah sekalipun dia membalas. Bahkan, dia sudah memutus hubungan sepihak di LinkedIn. Alhamdulillah, ini sebuah pengalaman berarti.

Selasa, 21 September 2021

MASIH SAJA MENGINGATMU

 

Aku mencintaimu dibantu waktu

Aku mencintaimu dibimbing olehmu

Yang membuatku dari jomblo menjadi taken

Yang merubahku dari gadis jadi menikah

Yang mengganti panggilanku dari neng menjadi ibu

Yang menjadikan aku menantu, ipar dan tante

Tapi kini kau juga yang membuat aku terpuruk dengan menjadikan aku di status yang bahkan aku sendiri tak sampai hati menulisnya. Aku tanpamu bukan hanya butiran debu tapi juga awur2an.

Selasa, 31 Agustus 2021

Mengingatmu di bulan Juli 2021

 

060721

Kupikir aku kuat 

Nyatanya aku sering menangis 

Kupikir karena kamu aku nangis 

Nyatanya kamu ngga ada 

Aku makin sering nangis 

Apakah kamu yang bikin aku kuat? 

Nyatanya kamu ngga ada aku rasa lemah 

Allah saja penguatku 

Biar saja tangis menggugurkan lemahku

 

 

010721

Baru saja aku berlinangan air mata mengingatmu

Lalu sekarang hujan deras setelah mendung lagitnya

Bulan Juli ini, berpuluh tahun lalu kamu dan aku memantapkan niat

Merencanakan hari depan berdua

 Ternyata akhirnya kita berlima

Tapi kemudian kamu pergi

 Hingga kini kami ber empat

 

Hai Juli, Beberapa tahun lalu Menyiapkan sesuatu yang baru berharap menjadi lebih baik

Selasa, 06 Juli 2021

MENGINGATMU DI BULAN JUNI

Semalam kamu telepon aku kah?

Hanya kamu yang tahu nomor itu

Dan semalam berdering

Kamu membuat ku terbangun dan tak bisa tidur lagi hingga pagi

Jangan telepon lagi ya, datang saja ke mimpi bagiku itu saja sudah cukup.

 

 

Ketika semua kisah cinta yang kubaca berujung padamu.

Berurai air mata adalah ujung lain yang kucapai

Akankah kuberhenti membaca kisah cinta

Mungkin tidak, seperti mungkin aku tetap teringatmu bila bicara cinta.

 

 

Isi dalam sini terlalu penuh, tapi kebanyakan adalah kamu.

 

Aku udah ngga pengen kemana mana

cuma pengen ketemu yang masih bisa ditemuin

Karena kamu sudah ngga mungkin ketemu aku

bolehkan aku ketemu yang lain

yang kemarin2 belum sempat aku ketemuin

 

dear Kamu, aku akan atur ketemu2 itu setelah cov pergi


Selasa, 08 Juni 2021

Mengingatmu di bulan Mei

Aku mau anggap kamu ngga ada 

Aku mau lupain kamu biar getar2nya hilang 

biarlonjakan detak berkurang 

biar terpurukku terbang 

Aku mau merinduimu 

Tapi tunggu aku masih proses memaafkanmu 

lama kah? 

entah hanya waktu yang bisa menjawabnya. 

aku benci dengan hatiku yang mudah bergetar 

yang ingin selalu dalam rengkuhan 

kamu yang sudah tak lagi bisa mendekap 

tak bisa lagi memberi hangat 

Kamu milikNya 

aku ikhlas 

aku sedang memaafkanmu 

karena ketika aku ikhlas kau bukan milikku 

kau malah beri hatimu yang sedikit itu untuk yang lain 

aku bukan saja dapat sisa tapi dapat busuknya 

sisa yang membusuk 

Sakit yang berasa 

ketika harusnya sudah sembuh selamanya

Rabu, 30 September 2020

Bersabar Berharap Ridho, dari pasien hd dan pendampingnya

Kala pagi dihari Rabu, duduk rapi didepan ruang hemodialisa. Jadwal rutin Rabu Sabtu pagi adalah hemodialisa suami. Sabar dan ikhlas lah dirimu suamiku. Allah sudah kasih ketentuan seperti ini mungkin agar kau lebih mengingat Allah. Atau mungkin agar berguguran dosa dosamu karena kau sabar dan ikhlas. Hingga surga kan kau raih. Aku mendampingimu dengan segala kemampuan dan kesanggupankun, semoga akupun lebih kuat dan sabar. Semoga ini adalah jalan kita menuju keridhoan Allah....Aamiin.

Senin, 03 Agustus 2020

19 DESEMBER 2019

Desember 2019. Pertengahan bulan yang sungguh berat buatku, tanggal 19 Desember aku harus mengantar suami ke rumah sakit ke unit IGD tepatnya. Dadanya sesak yang diakibatkan batuk kering terus menerus, Badan lemas dan kaki agak bengkak. Untungnya malam itu ada suami mba yang bantu2 dirumah, sehingga dia bisa menyupiri mobil karena aku ngga bisa nyetir (sedih). Setelah beberapa saat sumiku di igd kuminta suami mba agar pulang saja. Biar besok pagi bisa bantu aku lagi. Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan, therapi obat dan observasi, hasilnya bahwa suami harus rawat inap masuk ruang ICCU. Karena keluhan awal adalah sesak nafas, batuk dan kaki bengkak dirujuklah ke ICCU, ICCU ( Intensif Coronary Care Unit ) Merupakan unit perawatan intensif untuk penyakit jantung, terutama penyakit jantung koroner, serangan jantung, gangguan irama jantung yang berat, gagal jantung *)https://www.primamedika.com/id/fasilitas-prima-medika/icu-hcu-iccu. Namun sebelum dipindahkan ke ruang rawat selanjutnya (ICCU) dokter jaga di IGD sudah memberitahukan bahwa, hasil observasi awal dan hasil konsultasi dengan dokter penyakit dalamnya, suami di vonis gagal ginjal dan harus menjalani cuci darah. Seperti tersambar petir dengar penjelasan dari dokter jaga yang wajahnya datar dan seperti tidak ada rasa bersalah atau dia menganggap ini hal sepele buat dia?. Maafkan emak baper ini. Menangis , berulang ulang….melipir keluar ruangan IGD malam itu. Sendiri sesak dan remuk hati. Dini hari itu, kualihkan pandangan di rumah sakit yang sepi dan gelap. Pohon natal dan hiasannya saja yang sedikit menerangi lobby RS kala itu. Entah mengapa ku rekam sejenak pohon natal itu lalu mengarah ke pintu kamar Rontgen, yang memang letaknya tak berjauhan. Kujadikan status WA ku. Bukan untuk pamer tapi entahlah….. remuknya dan hampanya hatiku membawaku melakukan itu.. Sekian Dulu….

APAKAH ADA ROMANCE SCAMMER DI LINKEDIN ?

  Hello Yayan…! Sebuah pesan masuk ke dalam inbox saya di LinkedIn, sebuah platform sosial media yang dirancang khusus untuk menghubungk...