Tampilkan postingan dengan label si kecil Ghaus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label si kecil Ghaus. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Juni 2010

22 Juni 2007


22 Juni tiga tahun yang lalu, tanggal yang tak mungkin kulupa...hari dimana aku dan ayah Ghaus berada di ruang operasi di lain rumah sakit dan dilain kota. Ngga jauh sih Aku di Cibubur suamiku di Cikarang.


Ghaus Putra Perkasa, kau hadir disaat saat berat…

Sepuluh hari sebelum kau lahir ayahmu masuk rumah sakit karena infeksi dalam akibat batu ginjal. Jangan Tanya betapa resah hatiku dan aku tahu kau merasakan betul keadaan jiwaku saat itu. Berhari hari setelah itu kau seperti berontak ingin segera hadir kedunia, tapi maaf karena keadaan fisiku kau harus lahir melalui operasi dan ternyata hari disaat kau pertama kali menghirup udara dunia adalah hari yang sama dengan operasi pengeluaran batu ginjal ayahmu. Kau tahu hatiku campur aduk bahkan hingga saat operasi aku tak kuat menutupi kekalutan jiwaku, perut ini mual sehingga aku tak sadar saat kau keluar dari rahimku.

22 Juni 2007 kau lahir, namun saat pertama kusadar ayahmu yang masih berada diruang operasi dilain rumah sakitlah yang kuingat hingga tak kuasa air mataku mengalir dan aku menangis. Maaf tapi kaulah kali kedua yang kuingat. Sehari semalam aku belum bisa melihatmu, sedih hatiku. Tapi dihari kedua saat pertama kulihat dirimu…anakku kau membuat aku kagum betapa wajah ayahmu ada diwajahmu, aku takjub bahagia hingga mampu melupakan gundah gulanaku kemarin. Kutahu ayahmu pasti ingin segera melihatmu, tapi tak bisa karena ia pun di rumah sakit dalam perawatan pasca operasi.

Anakku yang gagah kau laki laki beratmu sewaktu lahir 2,95 kg dengan panjang 48 dan sesuai pesan ayahmu kau kami beri nama Ghaus Putra Perkasa. Terus terang nak aku kurang mengerti makna yang dimaksud ayahmu dengan nama itu, tapi mungkin dia berharap kau jadi anak laki-laki yang kuat perkasa dan penolong.

Anakku Ghaus hari-hari selanjutnya adalah hari hari yang mengharukan, kali ini aku harus minta maaf pada ayahmu karena kegembiraan yang tiada terkira bersamamu disisiku sejenak melupakannya. Kau telah menyihir semua jiwa dan ragaku, pagi dan soreku bahkan siang dan malamku serta semua yang aku punya hanya untukmu.

Kisah ini mengingatkan aku bahwa ternyata aku tuh cinta ya sama suamiku…hahaha…ya iyalahh…kalau ngga koq bisa ada ..REYGHA alias MY SONS….wekekekek…

Kamis, 25 Maret 2010

Selasa, 26 Januari 2010

Puisi buatmu

Ketika belahan jiwamu luka
Apakah hatimu terluka karenanya
Ketika cinta hatimu lara
Lara mu lebih dalam darinya
Tiada terkira betapa sakit tiada dua
Kala dua matamu sendu
Hilang senyum dari bibirmu
Tak terdengar celoteh lucumu
Cepatlah pulih buah hatiku
Kembalilah seperti kemarin
Bersama kita bermain dan tertawa
Ku kan bersamamu sebanyak aku bisa
Maaf dua cintaku
Kalau waktuku tak semua untukmu
Kalau hatiku kadang berbagi
Kutahu semua terjadi atas kehendaknya
Walau tersirat dalam pikiranku
Apakah semua karena salahku?
Sekali lagi dua cintaku
Maafkan aku
Biarlah apa yang telah terjadi pada kita
Adalah untuk membuat kita lebih kuat
Dan menjadi lebih baik.

Dua bocah kompak

Beberapa hari ngga bisa ngeblog karena sibuk urus dua buah hati di rumah sakit. Aneh ya kalo orang lain mungkin memikirkan bagaimana caranya supaya tetap bisa nulis status di twiter,facebook atau yang lainnya. Kalo aku koq malah kepikiran gimana kasih kabar ke teman teman blogger dan minta maaf pada mereka karena ngga bisa berkunjung ke tempat teman teman.

So…via tulisan ini sekalian aku mau memberi kabar dan permohonan maaf karena belum sempat berkunjung ke blog teman teman karena kesibukanku tersebut.

Jadi begini ceritanya…Selasa sore mas Reyhan agak panas tapi setelah dikasih obat panasnya turun dan badan adem, ternyata Rabu pagi waktu mau siap siap berangkat ngaji mas Reyhan ngga sanggup bangun dan badannya panas lagi. Saat itu kebetulan Eyang putri sedang berkunjung dari Magelang. Jadilah dari pagi sampai sore Reyhan diurus eyang uti nya…namun sampai sore panasnya masih naik turun disertai muntah dan ternyata diikuti si dede yang tiba tiba panas sampai muntah.

Sore pulang kerja kuputuskan membawa 2 pria kecil itu ke rumah sakit dan….ternyata dokter menyarankan dengan sangat alias memaksa agar kedua bocah lelakiku itu untuk dirawat karena panasnya tinggi.

Jadilah mulai rabu sore kami berempat(mas Reyhan,Eyang uti, dede Ghaus dan aku) menginap di rumah sakit. Wuih rombongan gitu ya.

Tapi Alhamdulillah setelah 3 malam nginep di rumah sakit panas keduanya turun dan mulai agak baikkan, jadi dokter mengijinkan kami pulang sabtu pagi, syukur deh ngga lama lama.

Walaupun sekarang badanku ngeretek remuk redam hehehe...lebay ah, tapi hati agak lega, baru agak karena aku harus meneruskan perjuangan untuk memulihkan kesehatan mereka hingga bisa seperti semula dan menjadi lebih baik esoknya.

Selasa, 27 Oktober 2009

Gundahnya Aku


Catatan ini sebenarnya kubuat bulan Desember 2008, betapa galau hati seorang bunda. Tapi saat ini Alhamdulillah pengobatan sudah selesai. Walaupun masalah tetap sama yaitu susah makan tapi sudah cukup kuat buat dirinya menerima makanan makanan yang dimakan orang tuanya. Sehat ya anakku,



Desember 2008,

Hatiku gundah gulana anak keduaku di vonis flek yang setelah kucari referensi di internet flek adalah bahasa dokter untuk menyamarkan alias memperhalus penyakit TB. Jadi anaku TB…ini diketahui setelah dilakukan test rongten,darah dan terakhir baru dilakukan tes mantoux oleh 2 dokter yang berbeda. Awalnya mungkin tidak terlalu gundah karena kupunya harapan besar seiring berjalannya waktu dan pengobatan yang rutin anaku akan sembuh total. Benarkah? Tapi dalam proses pengobatan rutin itu seperti tidak kelihatan hasilnya karena berat badan tidak naik, sering sakit bahkan setiap terserang sakit berat badannya turun. Aku sedih melihatnya kasihan setiap hari harus minum obat. Setelah kuperhatikan semakin hari semakin susah makannya ini pasti membuatku makin resah. Jadi sejak pertama berobat sampai terakhir control berat badan tetap sama….orang tua mana yang tidak sedih.

Ya Allah ampuni aku atas apa yang terjadi pada titipanmu. Aku kan berbuat semaksimal mungkin untuk kesembuhan dan kesehatannya namun Engkau jua yang punya kuasa. Ya Allah beri aku kekuatan menghadapinya. Wajahnya yang mungil selalu membuatku kangen ingin segera bertemu, buatku dialah pelipur laraku penghilang dahagaku,penyegar jiwaku…tapi Ya Allah apakah aku lalai bahwa aku juga harus bisa menjadi pelindungnya, pelipur sedihnya, pembelanya tempatnya bermanja. Sudahkah aku berikan semuanya padanya.

Anakku beri ibu kesempatan untuk melakukan semuanya, beri ibu waktu untuk memulai lagi hari2 kita bersama dengan keceriaan penuh harapan. Diwaktu yang berjalan ini aku kan buat kau lebih senang,bahagia, kan kucari cara terbaik untukmu agar lebih sehat dan terbebas dari penyakitmu. Kalau boleh De biar ibu saja yang menderita penyakit itu, kau biarlah senang bahagia dan ceria. Tapi Nak ibu tahu kau anak yang kuat seperti harapan ayahmu, anak yang kuat dan mampu menolong sesamamu. Nak jangan takut ya beri ibu kepercayaan untuk menjagamu selalu baik dalam suka maupun dukamu. Nak kalau ini nanti berat kuatkan hatimu ya…ibu tak bisa berjanji atas apa yang akan terjadi nanti. Ibu hanya bisa berdoa dan berharap apapun yang terjadi ibu selalu ada disisimu. Nak senyum yang selalu kau hadirkan untuk ibu adalah senyum terindah di dunia dan tiada yang bisa mengalahkan. Jadi selalu tersenyumlah untuk ibu, tapi maafkan ibu kalo hanya terus meminta padamu. Ibu akan mengganti senyummu dengan terjaga dimalam harimu agar kau tak menangis dan tetap terlelap, ibu akan tetap menggendongmu saat kau tak mau turun, ibu akan terus merayumu agar tak menangis, akan ibu beri kau pelepas dahagamu, kubuatkan kau susu dimalam selarut apapun, akan kubuatkan makanan kesukaanmu dalam lelah sekalipun. Nak apa makanan kesukaan mu ya….

Senin, 22 Juni 2009

GHAUS

De Ghaus, hari ini kau ulang tahun ke 2, ibu minta maaf karena itu pula kau harus berhenti minum ASI. Maaf ya nak ibu juga sedih.

Selamat Ulang Tahun Anakku, kau pelipur laraku penghilang dahagaku, pelepas lelahku....jadikan aku pelindungmu, bantu aku untuk mengerti semua kemauan dan keinginanmu hingga ku tak bingung dan resah kan memberi apa yang kau mau.


Bila fajar menyingsing nanti
Berikan senyummu yang indah itu


Dan bila mentari bersinar terang
Jangan pudar senyum indahmu itu


Sampai senja menjelang
Biarkan senyummu tak lenyap


Hingga akhirnya bintang menyinari
manggantikan mentari
Pastikan senyummu menemani tidurku.

Kan kutemani kau selalu baik dalam mimpi dan nyata mu

Rabu, 08 April 2009

si kecil Ghaus




Malam malam bersamamu
menambah indah saja hidupku
walau menahan lelah
memaksa mata tetap terjaga


Tiada gundah gulana
bila senyummu hadir
menghibur hati yang lara
kau adalah keindahan takdir

Buah hatiku yang indah
jangan pernah ragu
tuk maminta apapun dariku
kau untukku adalah sesuatu yang megah

Kekasih mungilku
jangan pernah takut
menangislah kalau kau mau
kan kubuai kau didadaku

Semua tentangmu sayang
adalah keindahan dan kedamaian

I Love You...

KRL - MRT BNI Sudirman fatmawati

 Beberapa kali naik krl lanjut mrt, dr stasiun Sudirman jurusan akhir Lebak bulus. Walaupun tidak turun di jurusan akhir, tetapi hanya sampa...